Tampilkan postingan dengan label Food Combining. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Food Combining. Tampilkan semua postingan

Selasa, November 04, 2008

TIPS FOOD COMBINING

Kalau dilihat-lihat lagi, kayaknya cukup banyak aturan yang harus kita ikuti dalam melaksanakan food combining ini ya? Tapi tenang saja, semua pasti ada awal dan jalan keluarnya. Berikut adalah tips untuk mengikuti food combining. Selamat mencoba.....

1.

Makan buah (satu jenis atau mix) jangan bersama-sama makanan lain. Berilah tenggang waktu 10 sampai dengan 30 menit sebelum makan makanan lain

2.

Makanlah buah dengancara sedkit-sedikit agar tidak menimbulkan lonjakan gula deras secara mendadak

3.

Ganti camilan anda dengan buah. Boleh saja sepanjang hari, asal sekitar setengah jam sebelum makan, stop buahnya

4.

Makanan tinggi protein dan tinggi zat pati sebaiknya tidak dimakan bersama-sama, tetapi masing-masing dikombinasi dengan sayuran. Misal : daging plus sayur atau nasi plus sayur. Hindari : daging plus nasi, apalagi dengan porsi yang sama banyak.

5.

Jika siang hari sudah makan menu tinggi protein (daging-sayur, misalnya), malam hari mesti ganti tinggi zat pati-sayur. Boleh saja bertukar waktu.

6.

Tidak mengkonsumsi lebih dari satu macam protein pada saat yang sama. Satu jenis protein hewani sehari sudah mencukupi kebutuhan asam-asam amino. Sedangkan protein nabati boleh lebih dari satu macam karena asam aminonya kurang lengkap. Zat pati-beberapa macam-boleh dimakan bersama-sama. Misalnya, nasi plus perkedel jagung.

7.

Masaklah makanan secukupnya dengan menggunakan bahan makanan yang sesegar dan seutuh mungkin, artinya bukan bahan olahan, instan atau yang diawetkan. Makanan yang berkali-kali dipanaskan akan musnah khasiat gizinya

8.

Gunakan lemak dan minyak seperlunya saja

9.

Makanlah sevariatif mungkin, baik jenis maupun cara pengolahannya. Selain menghindari bosan, tubuh tidak kelebihan dosis suatu zat gizi tertentu.

10.

Ikuti food combining secara bertahap, agar tubuh bisa menyesuaikan diri dengan nyaman. Anda juga tidak usah terlalu kaku menerapkan food combining ini. Misalnya anda “lalai” (makan asal-asalan) siang hari, bisa ditebus makan yang benar nanti malam. Yang penting, kebiasaan menyantap berbagai makanan bersamaan tidak menjadi rutinitas.

Cukup mudah kan?

Selengkapnya....

CONTOH MENU FOOD COMBINING

Pagi
1 atau 2 gelas air putih hangat + sedikit air jeruk nipis – pembentuk basa
1 atau 2 gelas jus buah segar (jeruk, pepeya, nenas, dsb) – pembentuk basa
1 porsi buah segar jika masih lapar (pepaya, mangga, apel, dsb) – pembentuk basa


Siang
1 gelas jus sayur mentah (jus wortel, tomat, mentimun, bit, seledri, dsb) – pembentuk basa
1 porsi ayam panggang kecap asin (maksimal setengah ekon ayam kampung) – pembentuk asam
1 porsi setup aneka sayur (wortwl dan buncis) – pembentuk basa


Sore
1 gelas jus buah segar atau 1 buah pisang atau 1 gelas susu kedelai – pembentuk basa
1 atau 2 potong kue kecil atau jajan pasar (asal tidak terlalu sering) – pembentuk asam


Malam
1 gelas jus sayur mentah – pembentuk basa
1 porsi nasi (dianjurkan nasi dari beras merah) – pembentuk asam
1 porsi balado terong – pembentuk basa
1 porsi perkedel tahu jamur panggang – pembentuk basa
1 porsi sayur kukus bumbu urap – pembntuk basa


Sebelum Tidur
1 gelas jus buah atau jus sayur – pembentuk basa.

Selengkapnya....

KOMBINASI MAKANAN FOOD COMBINING

Kelompok Protein
Daging merah (sapi, kambing, domba),
unggas (ayam, bebek, itik, burung),
ikan, kerang, kepiting, udang, kedelai, kecang tanah, telur, keju, anggur,
tomat (tomat dimasak dapat meningkatkan kadar keasaman pada tubuh, sebaiknya tidak dikonsumsi dengan makanan lain terutama zat pati)

Kelompok Zat Pati
Serealia (beras, gandum, jagung), tepung serealia dan olahannya (pasta, mie, bihun, roti), sagu, tapioka, umbi (singkong, kentang, ubi talas), labu kuning, bangkuang.

Kelompok Sayuran
Sayuran hijau dan merah, selada, kubis, bawang, wortel, lobak, bit, dsb.
Sayuran berbiji (mentimun, belimbing sayur, alpukat, cabai, dsb)
Sayuran laut (agar-agar, nori, kombu, wakame, dsb)
Tahu dan tempe (ikatan protein kedelai pada tahu dan tempe sudah terurai dalam proses pembuatannya sehingga bisa dikombinasi dengan makanan lain), tauge, rempah-rempah, kacang-kacangan selain kacang tanah, kelapa, polong-polongan )selaput polong-polongan mengansung zat yang sulit dicerna. Sebelum diolah, rendam dulu semalaman agar selaputnya mengelupas dengan mudah).

Kelompok Netral
Ragi, bumbu masak siap pakai selain vetsin, minyak tak jenuh, krim susu, mentega, keju, kuning telur, yogurt, krim asam, buttermilk, madu, sirop mapel (pakai seperlunya).

Buah Asam
Asam ,belimbing, delima, kiwi, jeruk bali, jeruk nipis, lemon, nenas, stroberi, dsb

Buah Asam Manis
Anggur, apel, jambu, jeruk, mangga, markisa, murbei, pir, sirsak, rambutan, dsb.

Buah Khusus
Melon, semangka, dsb (sebaiknya disantap tersendiri)

Buah Manis
Apel manis, buah kering (kurma, kismis), kesemek, mangga manis, pepaya, pisang.

Kelompok Protein + Zat Pati  Tidak Serasi
Kelompok Protein + Kelompok Sayuran  Serasi
Kelompok Zat Pati + Kelompok Sayuran  Serasi
Kelompok Protein + Kelompok Netral  Cukup Serasi
Kelompok Zat Pati + Kelompok Netral  Cukup Serasi

Selengkapnya....

KENAPA FOOD COMBINING LEBIH BERHASIL?

1. Menu food combining secara otomatis sudah rendah kalori, karena porsi terbanyak adalah buah dan sayur. Kita tidak perlu bersusah payah menghitung kalori. Buah dan sayuran – meski rendah kalori – tetap banyak mengandung zat gizi.

2. Menu food combining dengan sendirinya selalu memenuhi keseimbangan asam-basa, karena buah dan sayur menjadi komponen terbesarnya dalam menu total sehari. Sayur sangat ideal sebagai pasangan zat pati maupun protein. Buah, karena kandungan gulanya tinggi, sebaiknya dikonsumsi tersendiri

3. Cara food combining, mengkombinasikan ataupun memisahkan jenis makanan tertentu dilakukan atas dasar cara kerja enzim dan waktu yang diperlukan untuk mencerna setiap jenis makanan. Misal, protein tidak dimakan bersama-sama zat pati karena masing-masing zat makanan tersebut dalam proses pencernaan memerlukan derajat keasaman dan tempo yang berbeda.

4. Masukkan makanan pada food combining diatur berdasarkan siklus fungsi pencernaan. Misal, buah menjadi menusarapan pagi karena pencernaannya tidak memerlukan banyak energi, hingga tidak mengganggu siklus pembuangan.

5. Food combining tidak menyebabkan tubuh kekurangan gizi hanya karena memisah-misahkan masukan makanan. Berdasar siklusnya, puncak penyerapan gizi baru terjadi pada malam hari saat kita tidur atau istirahat.

Selengkapnya....

FOOD COMBINING - Langsing Tanpa Diet

Food combining bermanfaat menurunkan kelebihan berat badan secara aman, alami dan tahan lama.


Pola Makan Alami
Pola makan alami yang menjadi dasar food combining sebetulnya sudah lama dikenal manusia. Akarnya diambil dari pola makan orang-orang Esseni (bangsa yang hidup di Palestina sekitar 2000 tahun yang lalu). Namun orang pertama yang mempopulerkan pola makan ini adalah Dr. William Howard Hay, ahli bedah kenamaan pada tahun 20-an di Amerika. Sehingga pola makan ini juga dikenal sebagai Hay System Diet.

Dr. Hay sendiri telah membuktikan bagaimana penyakit ginjal kronis, pembangkakan jantung dan tekanan darah tinggi yang dideritanya selama bertahun –tahun bisa disembuhkan hanya dalam tiga bulan setelah mengikuti pola makan food combining. Ahkan seperempat bobot tubuhnya yang hampir mencapai 100 kg juga lenyap bersama penyakit-penyakitnya. Itulah sebabnya ia berkesimpulan bahwa kesehatan dan vitalitas orang sangat bergantung pada pola makannya.

Lalu apa bedanya food combining dengan pola makan 4 sehat 5 sempurna yang mengutamakan keseimbangan gizi? Dasarnya sama. Food combining tetap mempertahanakan 4 sehat 5 sempurna. Cuma pola makan ini memperhitungkan siklus pencernaan tubuh manusia - pencernaan, penyerapan dan pembuangan – yang ternyata berlainan intensitasnya pada pagi, siang dan malam. Selain itu, juga diperhitungkan sifat asam basa makanan sehingga ada kombinasi-kombinasi makanan tertentu yang tidak dianjurkan karena menghambat kelancaran kerja pencernaan tubuh.


Siklus Alamiah Tubuh
Berdasarkan penelitian ekstensif tentang siklus fisiologi, ditemukan bahwa setiap fungsi tubuh memilikiirama aktivitas biologi yang bekerja secara sistematis dalam siklus atau putaran 24 jam tanpa henti. Pencernaan sendiri terdiri dari tiga siklus yang didasarkan pada tiga fungsi tubuh, yaitu menyerap, mencerna dan membuang yang tak terpakai. Meski ketiga fungsi ini simultan aktif, setiap delapan jam sehari masing-masing lebih intensif dibandingkan pada siklus0siklus lainnya :

12 siang – 8 malam : pencernaan

8 malam – 4 pagi : penyerapan

8 pagi – 12 siang : pembuangan

Siklus pencernaan sangat intensif antara pukul 12 siang sampai pukul 20.00. Pada siklus ini energi tubuh lebih bnayak dipusatkan ke fungsi pencernaan. Siklus ini merupakan saat yang tepat untuk mengisi tubuh dengan makanan padat. Kalau anda pada siang hari perut dibiarkan tidak terisi, anda akan merasa lapar sekali.

Siklus penyerapan sangat intensif antara pukul 20.00 sampai 04.00. Pada siklus ini terjadi proses penyerapan sebagian besar zat-zat makanan yang sudah tercerna dan pembagian zat-zat makanan ke seluruh bagian tubuh. Karena itu, tidur terlambat atau makan larut malam dapat mengurangi pasokan energi yang diperlukan untuk proses penyerapan. Hambatan pada salah satu siklus dapat mengacaukan siklus-siklus berikutnya sehingga anda akan merasa grogi pagi harinya.

Siklus pembuangan sangat intensif terjadi antara pukul 04.00 sampai 12.00. Pada siklus ini, energi akan lebih banyak dipakai untuk membantu proses pembuangan. Sampah akan lebih banyak dikeluarkan dalam siklus ini. Banyak orang mengeluh tidak mempunyai nafsu makan pada pagi hari, tapi tak menyadari bahwa ini adalah hal sangat alami. Karena sedang melalui siklus pembuangan, tubuh tidak terlalu membutuhkan makanan pada pagi hari. Makan makanan padat (misalnya nasi dan daging) yang sulit dicerna dalam kurun waktu tersebut bahkan menyebabkan proses pembuangan menjadi kacau karena kekurangan energi.


Keseimbangan Asam dan Basa
Selain kandungan nutrisi, food combining juga memperhatikan sifat asam-basa makanan. Dalam pelajaran kimis dasar di sekolah pun kita diajarkan asam (acid) dinetralisir oleh basa (alkali). Demikian pula dalam hal makanan. Ada makanan yang pembentuk asam, ada pula pembentuk basa. Jika asam bertemu asam, keseimbangan asam-basa dalam tubuh akan kacau. Keadaan tubuh menjadi terlalu asam. Salah satu gejala yang dirasakan adalah perut kembung dan diare. Padahal keseimbangan asam-basa ini perlu diijaga agar fungsi pencernaan berjalan normal. Keseimbangan asam-basa inilah yang terabaikan selama ini.

Banyak orang, bahkan para ahli sekalipun masih berasumsi bahwa kecukupan gizi setiap orang hanya bisa terpenuhi apabila mengkonsumsi makanan 4 sehat pada waktu makan yang sama. Kita jadi terbiasa makan berbagai ragam makanan pada saat yang sama. Perhatikan bagaimana nasi dan daging selalu dijadikan primadona, sementara sayur dan buah hanya dijadikan pengiring (yang bahkan sering tidak termakan karena sudah terlanjur kekenyangan). Baik nasi dan daging termasuk makanan pembentuk asam. Bisa dibayangkan betapa kacaunya pencernaan tubuh jika dimakan bersama.

Keadaan ideal yang diinginkan adalah apabila keseimbangan asam-basa jaringan tubuh dan darah manusia (kecuali lambung) berada pada nilai pH 7,35 – 7,45 atau agak basa. Keseimbangan ini bisa dijaga dengan cara mengkonsumsi lebih banyak makanan buah, sebagian besar sayur mayur dan rempah-rempah karena merupakan makanan pembentuk basa.

Selain itu, secara alamiah tubuh mencerna setiap makanan dengan cara uang berbeda dan setiap makanan jug amemerlukan enzim pencernaan yang berbeda pula. Protein sendiri memerlukan proses pencernaan yagn cukup lama, sekitar 4 jam, zat pati 3 jam, sayur-sayuran 2 jam, dan buah-buahan hanya antara 10 – 45 menit. Sedangkan lemak atau makanan yang tinggi lemak butuh waktu paling lama sekitar 6-8 jam. Karen aitu setelah makan makanan tertentu, sebaiknya tunggu dulu sebelum memasukkan makanan jenis lain.


Kenyataan yang Sederhana

Dari beberapa faktor alamiah inilah disusun prinsip-prinsip dasar food combining :

  • Tubuh mempunyai siklus-siklus pencernaan, penyerapan dan pembuangan yang berbeda intensitasnya.
  • Ada makanan yang boleh dikombinasikan dan dimakan bersama, ada pula yang tak serasi
  • Setiap makanan butuh waktu pencernaan yang berbeda

Hanya dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ini, kerja pencernaan tubuh sudah bisa dijaga agar tetap dalam kondisi maksimal.

Sebetulnya kenyataannya begitu sederhana. Jika fungsi pencernaan bekerja maksimal, dengan sendirinya penyerapan gizi akan berjalan lancar dan pembuangan racun tubuh tidak terhambat. Hasilnya, pastilah tidak bisa lain adalah tubuh yang sehat.

Selengkapnya....